TIM PENYUSUN :
Pusat Kurikulum
1. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (Dir. PAUD)
2. Direktorst Pembinaan TK dan SD (Dir. TK/SD)
3. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
4. Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
Disusun Tahun 2007
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Memasuki milenium ke tiga Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menyiapkan masyarakat menuju era baru, yaitu globalisasi yang menyentuh semua aspek kehidupan. Dalam era global ini seakan dunia tanpa jarak. Komunikasi dan transaksi ekonomi dari tingkat lokal hingga internasional dapat dilakukan sepanjang waktu. Demikian pula nanti ketika perdagangan bebas sudah diberlakukan, tentu persaingan dagang dan tenaga kerja bersifat multi bangsa. Pada saat itu hanya bangsa yang unggullah yang anak mampu bersaing. (more..)
Mengharap Karunia Anak
bang Asri
Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. (AQ. Asy Syûrâ’: 49-50)
Ya Allâh, banyakanlah harta dan anaknya. Berilah keberkahan pada apa yang Engkau telah berikan untuknya.
(Doa Nabi untuk ‘Anas bin Mâlik; Bukhâriy, no. 6334)
Konon keinginan memiliki anak telah ada sejak masa kanak-kanak. Hal ini ditunjukkan ketika anak-anak bermain dengan boneka-bonekanya. Sebagian besar manusia, setelah mereka tiba pada peranan akhir dari kehidupannya, sadar bahwa kepuasan yang paling nikmat datang dari berhasilnya mereka menurunkan anak cucu yang baik, dan kegembiraan yang paling besar bagi mereka ialah mengunjugi anak-cucunya. (more..)
Mahram
bang Asri
(Pertama kali diterbitkan oleh: Buletin An-Nur)
- Mahram adalah orang perempuan atau laki-laki yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antara keduanya. Penggunaan kata muhrim untuk mahram perlu dicermati.
Muhrim dalam bahasa Arab berarti orang yang sedang berihram untuk haji atau umrah. Tetapi bahasa Indonesia menggunakan kata muhrim dengan arti semakna dengan mahram (haram dinikahi). (KBBI, hal. 669 dan juga lihat hal.614)
Mahram Sebab Keturunan
(more..)
Antara Anak Asuh dan Anak Angkat
bang Asri
(Pertama kali diterbitkan oleh: Buletin An-Nur)
Anak Bagi Keluarga
Anak dalam keluarga adalah buah hati belahan jiwa. Untuk anak orangtua bekerja memeras keringat membanting tulang. Anak merupakan harapan utama bagi sebuah mahligai perkawinan. Keberadaan anak adalah wujud keberlangsungan sebuah keluarga, keturunan dan bangsa setelah agama. Namun, anak adalah karunia Allàh.
“Kepunyaan Allàh-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia karuniakan anak-anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia karuniakan anak-anak lelaki kepada siapa yang dikehendaki, atau Dia menganugrahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendakinya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki”.(Asy Syùrà/42:49-50) (more..)
Thalaq (Cerai)
bang Asri
(Pertama kali diterbitkan oleh: Buletin An-Nur)
Makna Thalaq
Thalaq secara bahasa berarti mengurai ikatan. Secara syari’at adalah memutus ikatan pernikahan (atas kehendak suami). Thalaq telah dikenal dan dipraktikkan oleh umat-umat terdahulu. Menurut Imam Al-Haramain (semoga Allah merahmatinya) thalaq adalah terminologi Jahiliyah yang dikukuhkan oleh Islam.
Thalaq tidak terjadi jika hanya keinginan, dan belum dilafalkan (menurut Jumhurul Ulama’)
2Tetapi menyebut kata ‘thalaq’ berati thalaq (cerai) walaupun tanpa niat.
(more..)